Anatomi Tubuh Saat Bersepeda

Anatomi Tubuh Saat Bersepeda

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on telegram
Share on whatsapp

Anatomi Tubuh Saat Bersepeda

Saat gelaran Bikenation lalu, Dr. Hario Tilarso, SpKO, FACSM menjelaskan mengenai cycling medicine yang sangat berguna bagi gowes mania untuk menambah pengetahuan mengenai bersepeda. Pada bagian pertama, kami telah menyampaikan mengenai manfaat bersepeda, bagian kedua ini menjelaskan anatomi tubuh yang menggerakkan pedal saat bersepeda.

Saat gowes mania duduk di atas sadle sepeda tangan memegang handle bar dan kaki mengayuh pedal agar sepeda bergerak maju ke depan, otot tubuh yang dominan bekerja adalah tungkai kaki, terutama quadriceps (otot paha bagian depan). Sementara itu otot pantat, otot betis dan otot paha belakang (hamstring) bertugas membantu otot quadriceps mengayuh pedal.

The Cyclist’s Muscles
The Cyclists Muscles

Tak hanya itu otot-otot yang bekerja saat bersepeda. Otot punggung, otot bahu dan lengan serta otot tangan merupakan otot-otot yang bertugas pada posisi duduk. Saat pedalis duduk dengan benar di atas sadle dan mengayuh pedal, distribusi berat badan bagian bawah dengan berat badan bagian atas adalah 55:45.

Bagaimana pembagian tugas otot-otot tersebut saat mengayuh pedal?
Anatomi Tubuh Saat Bersepeda
Saat gowes mania mengayuh dengan santai, otot yang bekerja dominan adalah otot pantat dan otot quadriceps. Bila pedalis mengayuh dengan kecepatan tinggi, otot betis dan otot hamstring membantu otot pantat dan otot quadriceps.

Mengayuh pedal sambil berdiri di atas sepeda lain lagi. Mengayuh sambil berdiri akan semakin banyak otot yang bekerja tidak hanya otot bagian bawah tubuh. Melewati tanjakan berat ataupun melakukan sprint, kedua tangan yang memegang handle bar akan secara aktif membantu kayuhan saat gowes mania mengayun-ayun tubuh ke kiri dan ke kanan. Sementara itu saat melalui medan offroad sambil berdiri, otot bagian atas membantu menstabilkan sepeda.

Itulah mengapa mengayuh pedal sambil berdiri lebih banyak menguras tenaga dibandingkan saat mengayuh sambil duduk di atas sadle. Dari penjelasan mengenai anatomi tubuh saat bersepeda, semakin jelas pula mengapa lebih sering paha bagian depan yang terkena serangan kram, karena memang itulah otot dominan yang digunakan untuk mengayuh pedal. Dan bila teknik mengayuh dilakukan dengan benar, tidak membuat betis besar kan?

Bagikan
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on telegram
Share on whatsapp

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Service Center

0812-9052-5672

*Untuk menggunakan fitur ini mohon pastikan anda sudah menginstall Whatsapp di handphone/komputer anda.

Customer Service Center

0813-8804-0014

*Untuk menggunakan fitur ini mohon pastikan anda sudah menginstall Whatsapp di handphone/komputer anda.

Pilih tempat belanja favorit

Login

Don’t miss out! Subscribe now