Berikut adalah tips gowes sepeda gunung untuk membonceng anak

1. Hanya orang dewasa yang boleh membonceng

Saat kalian hendak membonceng bayi dan balita kalian, selalu pastikan apakah kalian sendiri sudah mahir bersepeda, cukup percaya diri, dan tidak mudah panik. Hal ini diperlukan sebelum kalian membonceng anak kalian. Jika kalian mudah panik dan masih belum pede dengan kemampuan bersepeda kalian, lebih baik hindari dulu untuk membonceng anak kalian demi keselamatan. Oleh sebab itu, sebaiknya kalian juga  jangan membiarkan anak berusia 12 tahun,  remaja, apalagi yang dibawah umur 12 tahun untuk membonceng adiknya di sepeda. Meskipun hanya menempuh jarak yang lumayan dekat, lebih baik orang dewasa saja lah yang membonceng. Pada kebanyakan kasus, anak dan remaja belum memiliki refleks dan koordinasi yang sempurna, meskipun mereka sudah terbiasa naik sepeda.

2. Carilah rute yang paling aman

Jangan gowes di  jalan raya yang ramai, jalan berbatuan yang licin atau kasar, rute yang berbukit-bukit, atau rute yang banyak tikungannya saat hendak membonceng anak kalian. Pilihlah tempat yang agak sepi dan dengan dataran yang rata dan tidak kasar. Selalu pastikan  bahwa kalian tetap bersepeda dalam lajur yang benar, jangan terlalu ke tengah, lebih baik posisikan untuk agak minggir. Meskipun jalan tersebut terlihat sepi, tapi tetap bersepedalah di pinggir, jangan terlalu ke tengah. Jika bayi atau balita kalian mudah rewel, sebaiknya kalian juga tidak bersepeda terlalu jauh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *